Ulasan Buku – From One Dollar to One Billion Dollars Company

From One Dollar to One Billion Dollars CompanySaya masih ingat, ketika berstatus mahasiswa Jurusan Tafsir Hadis IAIN (sekarang UIN) Sunan Kalijaga, salah seorang dosen saya menyatakan bahwa tujuan menjadi sarjana tafsir hadis bukan menjadi ahli tafsir Alquran dan hadis, tetapi justru untuk menjadi komentator hasil penafsiran orang lain. Sayang sekali, belakangan ini, makna asosiatif dari kata komentator telah rusak akibat perilaku para cenayang sepakbola yang kerap tampil kemayu di layar kaca sembari berlindung di balik sebutan komentator. Ya, mereka memang lebih tepat disebut cenayang oleh kebiasannya menebak-nebak, seperti menerka formasi apa yang akan dimainkan oleh Carlo Ancelotti, atau apakah Mou Si Mulut Besar akan memainkan Drobga pada babak kedua kala Chelsea tertinggal 2-1 dari Persib Bandung, atau, dan ini yang paling parah, berapa skor akhir pertandingan antara Persipal melawan Barcelona.

Komentator itu seharusnya seperti Rhenald Kasali. Paling kurang, demikian yang saya pahami ketika melewati halaman demi halaman dari buku yang ia tulis bersama mantan CEO Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, yang diberi judul From One Dollar to One Billion Dollars Company. Di buku ini, Kasali tidak sedang bertindak layaknya komentator sepakbola. Ia tidak sedang menebak-nebak apa yang akan terjadi, tetapi memetakan yang sudah terjadi di perusahaan penerbangan milik negara dalam satu dekade masa kepemimpinan Satar.

Continue reading

PTAIN dan PTAI Terbaik Versi Webometrics Juli-Desember 2014

Universitas Muhammadiyah YogyakartaSetelah telat sekian lama, kali ini saya kembali merekap daftar Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) dan Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) yang masuk jajaran 400 perguruan tinggi terbaik versi lembaga pemeringkat internasional, Webometrics, medio Juli-Desember 2014.

Berbeda dengan daftar peringkat di edisi sebelumnya (Januari-Juni 2014), kali ini Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta tidak lagi berada di nomor urut teratas. Secara berurutan, peringkat teratas dan ke bawahnya dihuni oleh:

Continue reading

Kesalahan Akademik Azyumardi Azra: Bukan Aib

Kate Midddleton BerhijabKiranya  tak ada peminat studi Islam di Tanah Air yang tidak mengenal Azyumardi Azra. Mantan rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini ibarat raksasa oleh kontribusinya dalam mempupuri wajah pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Buku dan artikel akademiknya tesebar di dalam maupun di luar negeri. Gengsi pribadinya pun semakin menguat sebab pria berdarah Minang ini juga menyandang gelar kesatria Kerajaan Kerajaan Inggris. Bila mau, Ia berhak meminta untuk dimakamkan di negeri Kate Middleton.

Sebagai peminat studi Islam, saya mengoleksi beberapa buku dan artikel Azra. Bagi saya, tulisan-tulisannya, meski teoretis, tetap enak dibaca. Kemarin, di perpustakaan, saya bersua dengan salah satu artikelnya yang berjudul Hadrami as Educators: al-Habib Sayyid Idrus ibn Salim al-Jufri (1889-1969) and al-Khairat yang dimuat di Jurnal Kultur Volume 1, No. 1, 2000. Saat itu juga, saya langsung tertarik membaca tulisan ini bukan hanya karena penulisnya, melainkan juga temanya. Mengingat tempat tinggal saya berdekatan dengan al-Khairaat dan sering bergaul dengan para alumninya, saya merasa perlu mengetahui bagaimana profil Sayyid Idrus yang hadir lewat tangan Azra.

Continue reading

Refleksi Kemerdekaan RI ke-69

Bendera Merah Putih IndonesiaPakaiannya sangat putih. Rambutnya begitu hitam. Tidak ada sedikitpun tanda yang memperlihatkan bahwa lelaki itu baru saja menempuh perjalanan jauh melewati padang pasir.

Tidak ada cerita yang menyebutkan bahwa, sebelum masuk, Ia mengucap salam terlebih dahulu. Ia masuk begitu saja. Membelah kerumunan para sahabat, dan langsung duduk di hadapan Nabi saw.

Ia duduk bertumpu pada kedua betisnya di hadapan Sang Nabi. Saking dekatnya, kedua lututnya bersentuhan dengan kedua lutut Nabi saw. Kepada Sang Nabi saw., lelaki misterius yang belakangan diketahui adalah malaikat Jibril itu mengajukan lima pertanyaan. Salah satunya tentang Iman.

Continue reading

RedOne: Muslim Saleh di balik Kesuksesan Lady Gaga

RedOne - ahsanologydotcomKiranya tidak berlebihan bila kita mengumpamakan Ramadan laksana SPBU, tempat singgah sejenak untuk mengisi energi. Buktinya, tidak sedikit umat Islam yang kembali tampak religius setelahnya. Rajin salat, berbicara lebih teratur, dan menguping musik-musik religi.

Wabakdu. Ketika sedang kumpul lebaran bersama keluarga, acara ngobrol-ngobrol kami pun dihiasi musik religi dari penyanyi berdarah Libanon, Maher Zain. Terselip pula obloran singkat di antara saya dan keluarga lainnya bahwa, sebelum banting setir ke aliran musik religi, Maher Zain pernah berduet dengan penyanyi kontroversial, Lady Gaga. Lagu mereka berdua bisa kita temukan dengan mudah di Youtube.

Continue reading