Selamat Datang di Ahsanology.com

Saya sempat lupa: kapan pertama kali saya mendaftarkan domain dan menyewa jasa hosting di Masterweb untuk blog ini. Hingga semalam, ketika saya membuka lagi halaman-halaman yang ada, saya sadar: blog ini telah bertahan lebih dari empat tahun dengan tulisan tentang Farish A. Noor sebagai pembukanya. Dengan alasan tertentu, saya tidak lagi menayangkan tulisan tentang Farish di sini. Namun, dan tentu saja, ini tidak mengurangi rasa syukur atas kemampuan yang Ia berikan kepada saya, sehingga blog ini terus bertahan. Alhamdulillah.

Bersamaan dengan rasa syukur itu, saya putuskan untuk memperbarui isi dan tampilan blog ini agar lebih sederhana dari sebelumnya. Meski begitu, dalam pembaruan ini, saya tidak ingin meniru perusahaan-perusahaan besar yang kerap menyematkan nama baru pada tiap pembaruan. Tidak ada versi #1 ke #2 atau KitKat ke Lolipop.

Selamat datang di Ahsanology versi baru, dan terima kasih atas kunjungan Anda.

Tutorial Instalasi Open Journal Systems (OJS) di Hosting Berbayar dengan Fitur cPanel

Logo Open Journal SystemPerlahan namun pasti, internet mengubah wajah dunia akademik. Karena internet, para pengelola jurnal ilmiah kini dituntut mendaringkan terbitannya. Aroma persaingan di bidang publikasi ilmiah pun semakin menggila. Kini, hampir setiap akademisi membuka akses ke tulisannya secara gratis. Seolah-oleh hukum yang berlaku bagi mereka adalah: dikutip atau mati.

Sejak akhir tahun yang lalu, sampai saat tulisan ini saya susun, saya ikut membantu pendaringan dua jurnal dengan Open Journal Systems (OJS) di domain dan jasa hosting berbayar. Lewat tulisan ini, saya bermaksud membagikan kedua pengalaman tersebut, terutama yang berkaitan dengan penyiapan serta instalasi OJS di ruang hosting dengan fasilitas kontrol cPanel.

Continue reading Tutorial Instalasi Open Journal Systems (OJS) di Hosting Berbayar dengan Fitur cPanel

Membaca Realitas dari “Bawah”

Buku - Selfie karya Neni MuhidinJudul Buku: Selfie: Sewindu Catatan dari Palu

Penulis: Neni Muhidin

Halaman: 330 + vi

Penerbit: Nemu Publishing

Tahun: Februari 2015

Majalah Tempo membuka tahun 2015 dengan wawancara bersama Cindy Adams. Di sana kita bisa menemukan bagaimana perempuan Amerika ini terkejut ketika disuguhi fakta bahwa buku autobiografi Sukarno yang ia tulis telah diselewengkan. Konon di edisi lawas buku berjudul Sukarno: Penyambung Lidah Rakyat terbitan Gunung Agung itu maktub paragraf yang sejatinya tidak pernah ada di dalam edisi asli berbahasa Inggris. Walaupun pelaku penyelewengan ini belum terungkap, tidak bisa disalahkan bila lirik curiga tertuju kepada rezim Orde Baru. Kiranya kita semua mafhum: bahwa penambahan serta pengurangan substansi di dalam suatu karya agar sejalan dengan ideologi penguasa merupakan salah satu tanda rezim despotik.

Continue reading Membaca Realitas dari “Bawah”

From One Dollar to One Billion Dollars Company

Buku - From One Dollar to One Billion Dollars CompanySaya masih ingat, ketika berstatus mahasiswa Jurusan Tafsir Hadis IAIN (sekarang UIN) Sunan Kalijaga, salah seorang dosen saya menyatakan bahwa tujuan menjadi sarjana tafsir hadis bukan menjadi ahli tafsir Alquran dan hadis, tetapi justru untuk menjadi komentator hasil penafsiran orang lain. Sayang sekali, belakangan ini, makna asosiatif dari kata komentator telah rusak akibat perilaku para cenayang sepakbola yang kerap tampil kemayu di layar kaca sembari berlindung di balik sebutan komentator. Ya, mereka memang lebih tepat disebut cenayang oleh kebiasannya menebak-nebak, seperti menerka formasi apa yang akan dimainkan oleh Carlo Ancelotti, atau apakah Mou Si Mulut Besar akan memainkan Drobga pada babak kedua kala Chelsea tertinggal 2-1 dari Persib Bandung, atau, dan ini yang paling parah, berapa skor akhir pertandingan antara Persipal melawan Barcelona.

Komentator itu seharusnya seperti Rhenald Kasali. Paling kurang, demikian yang saya pahami ketika melewati halaman demi halaman dari buku yang ia tulis bersama mantan CEO Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, yang diberi judul From One Dollar to One Billion Dollars Company. Di buku ini, Kasali tidak sedang bertindak layaknya komentator sepakbola. Ia tidak sedang menebak-nebak apa yang akan terjadi, tetapi memetakan yang sudah terjadi di perusahaan penerbangan milik negara dalam satu dekade masa kepemimpinan Satar.

Continue reading From One Dollar to One Billion Dollars Company

Kesalahan Akademik Azyumardi Azra: Bukan Aib

Kate Middleton
Kate Middleton

Kiranya  tak ada peminat studi Islam di Tanah Air yang tidak mengenal Azyumardi Azra. Mantan rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini ibarat raksasa oleh kontribusinya dalam mempupuri wajah pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Buku dan artikel akademiknya tesebar di dalam maupun di luar negeri. Gengsi pribadinya pun semakin menguat sebab pria berdarah Minang ini juga menyandang gelar kesatria Kerajaan Kerajaan Inggris. Bila mau, Ia berhak meminta untuk dimakamkan di negeri Kate Middleton.

Sebagai peminat studi Islam, saya mengoleksi beberapa buku dan artikel Azra. Bagi saya, tulisan-tulisannya, meski teoretis, tetap enak dibaca. Kemarin, di perpustakaan, saya bersua dengan salah satu artikelnya yang berjudul Hadrami as Educators: al-Habib Sayyid Idrus ibn Salim al-Jufri (1889-1969) and al-Khairat yang dimuat di Jurnal Kultur Volume 1, No. 1, 2000. Saat itu juga, saya langsung tertarik membaca tulisan ini bukan hanya karena penulisnya, melainkan juga temanya. Mengingat tempat tinggal saya berdekatan dengan al-Khairaat dan sering bergaul dengan para alumninya, saya merasa perlu mengetahui bagaimana profil Sayyid Idrus yang hadir lewat tangan Azra.

Continue reading Kesalahan Akademik Azyumardi Azra: Bukan Aib

Refleksi Kemerdekaan RI ke-69

Pakaiannya sangat putih. Rambutnya begitu hitam. Tidak ada sedikitpun tanda yang memperlihatkan bahwa lelaki itu baru saja menempuh perjalanan jauh melewati padang pasir.

Tidak ada cerita yang menyebutkan bahwa, sebelum masuk, Ia mengucap salam terlebih dahulu. Ia masuk begitu saja. Membelah kerumunan para sahabat, dan langsung duduk di hadapan Nabi saw.

Ia duduk bertumpu pada kedua betisnya di hadapan Sang Nabi. Saking dekatnya, kedua lututnya bersentuhan dengan kedua lutut Nabi saw. Kepada Sang Nabi saw., lelaki misterius yang belakangan diketahui adalah malaikat Jibril itu mengajukan lima pertanyaan. Salah satunya tentang Iman.

Continue reading Refleksi Kemerdekaan RI ke-69

RedOne: Muslim Saleh di balik Kesuksesan Lady Gaga

Foto RedOneKiranya tidak berlebihan bila kita mengumpamakan Ramadan laksana SPBU, tempat singgah sejenak untuk mengisi energi. Buktinya, tidak sedikit umat Islam yang kembali tampak religius setelahnya. Rajin salat, berbicara lebih teratur, dan menguping musik-musik religi.

Wabakdu. Ketika sedang kumpul lebaran bersama keluarga, acara ngobrol-ngobrol kami pun dihiasi musik religi dari penyanyi berdarah Libanon, Maher Zain. Terselip pula obloran singkat di antara saya dan keluarga lainnya bahwa, sebelum banting setir ke aliran musik religi, Maher Zain pernah berduet dengan penyanyi kontroversial, Lady Gaga. Lagu mereka berdua bisa kita temukan dengan mudah di Youtube.

Continue reading RedOne: Muslim Saleh di balik Kesuksesan Lady Gaga