Pierre Bayard versus Umberto Eco (Membicarakan Buku yang Tidak Terbaca)

Tulisan ini milik Majalah Basis Nomor 05-06, Tahun ke-62, 2013. Saya mengetik ulang dan menyematkannya di sini.

—————————————

Foto Umberto EcoPierre Bayard mengawali bukunya dengan humor: teramat mungkin kita berdiskusi secara mendalam bertitik tolak dari buku yang tidak pernah dibaca, terutama, saat mendiskusikannya dengan orang yang tidak membacanya pula.Sentilan guyon ini menjadi serius karena beberapa wartawan Prancis menyalahpahami, Pierre Bayard sedang berkampanye supaya orang tidak membaca buku.

Buat apa membaca, toh kita bisa berdiskusi secara mendalam tanpa harus membaca buku? Bagi para wartawan, ide ini berbahaya mengingat kondisi anak-anak muda Prancis yang makin malas membaca.

Tentu bukan itu yang dimaksud Pierre Bayard. Secara humoris, sebenarnya, ia menyinggung praktik sok serius para mahasiswa, penulis dan kaum intelektual yang sering merujuk buku ini itu ketika berwacana padahal mereka tidak pernah membacanya sendiri. Pierre Bayard (1954), mengajar di Université Paris-VIII. Bukunya, Comment Parler des livres que l’on n’a pas lu? (ed. De Minut, 2007) menjadi best seller di Prancis, terjual 43.300 eksemplar.

Continue reading Pierre Bayard versus Umberto Eco (Membicarakan Buku yang Tidak Terbaca)