Pil Belajar dari Dosen IAIN Palu

Buku - The Spirit of LearningMereka yang akrab dengan tema-tema spiritual modern ala gerakan New Age pasti mafhum bahwa manusia yang hidup di dunia ini terikat di dalam suatu jalinan medan energi. Sayang sekali, tidak banyak orang di luar sana yang menyadari keberadaan medan energi ini dan mencari tahu bagaimana cara memberdayakannya, sehingga kita seringkali terjebak di belantara kehidupan, mengalami defisit energi, lalu merampas energi orang-orang di sekeliling kita dengan cara yang paling umum: sibuk mencari-cari kesalahan orang lain.

Syukur alhamdulillah. Tidak semua orang merusak medan energi kehidupan. Meski sedikit, masih ada saja orang baik yang mau berbagi motivasi kepada mereka yang mengidap defisit energi. Dalam skala tertentu, tak ada salahnya jika memasukkan orang-orang defisit energi dan miskin motivasi ini ke dalam maksud kata munkar, sebagaimana yang tersua dalam narasi hadis Nabi saw., “Man raa minkum munkaran..” Untuk menyikapi orang-orang munkar jenis ini, sesuai tuntunan Nabi saw., ada tiga cara yang bisa ditempuh. Pertama, dengan tulisan sebagai bagian dari kerja tangan; kedua, lewat ceramah sebagai bentuk ejawantah lisan; dan ketiga, melalui doa sebagai perwujudan dari kerja hati.

Continue reading Pil Belajar dari Dosen IAIN Palu

Awal Kisah Pangeran Diponegoro

Buku - Novel Pangeran Diponegoro Menggagas Ratu AdilJudul: Novel Pangeran Diponegoro: Menggagas Ratu Adil

Penulis: Remy Sylado

Penerbit: Tiga Serangkai

Cetakan: I/2007

Tebal: 339 halaman

Ia abadi di antero Indonesia. Di Semarang, salah satu universitas negeri mengidentifikasi diri dengan namanya. Di alun-alun Kota Magelang patungnya berdiri. Dan, meski lahir di Yogyakarta, ia justru dimakamkan di Makassar. Tetapi, itu saja tidak cukup. Di negeri ini, tak banyak yang tahu bahwa Ontowiryo, yang kita kenal lewat gelar Pangeran Diponegoro, meninggalkan banyak keturunan di Tondano, Sulawesi Utara. Keturunan Diponegoro ini telah berbaur budaya dengan masyarakat lokal lantas karib disebut Jaton, yakni akronim Jawa-Tondano. Sebagai tanda pembauran budaya itu, masyarakat Jaton kini menembang macapat justru bukan dalam bahasa Jawa, namun dalam bahasa Toulour. Dari Jaton inilah Remy Sylado menghadirkan kembali kisah Diponegoro lewat fiksi-sejarah.

Dalam kisah Remy, disebutlah nama Ratnaningsih, wartawan surat kabar Republik, yang rela datang ke Manado untuk merangkai kisah tentang keturunan di Diponegoro di Tondano. Di sana, di makam Kiai Mojo, Ratnaningsih bertemu dengan seorang kakek yang mengaku masih keturunan Diponegoro. Dari lisan kakek inilah kisah Diponegoro kecil dimulai.

Continue reading Awal Kisah Pangeran Diponegoro