Ibn Khaldun dan Almaany.com

Sampul Muqaddimah karya Ibn Khaldun dalam bahasa Inggirs (Foto: businessinsider.com)

Persentuhan saya dengan Muqaddimah karya Ibn Khaldun (1332-1406 M.) untuk pertama kali terjadi ketika saya duduk di bangku kuliah S1 di IAIN (sekarang UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Kala itu, yang saya baca adalah edisi terjemahan dalam bahasa Indonesia. Tidak banyak yang saya ingat dari bacaan saat itu kecuali kritik yang dilontarkan Ibn Khaldun kepada al-Thabari ketika menafsirkan ayat Irama dzat al-‘imad (Q.S. al-Fajr [89]: 7). Kini, ketika saya diminta untuk mengampu mata kuliah Kajian Kitab Klasik di Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), IAIN Palu, saya kembali mendatangi Muqaddimah, karena satu alasan yang bisa kita perdebatkan: Ibn Khaldun adalah tokoh pencetus sosiologi, bukan Auguste Comte. Tidak seperti belasan tahun yang lalu, kali ini saya memilih Muqaddimah dalam bahasa Arab.

Continue reading Ibn Khaldun dan Almaany.com