Belajar Teknik Wawancara (Sejarah) dari Kevin W. Fogg

wawancara-kevin-foggTidak seperti biasanya, ibu dari dua anak itu harus bergegas meninggalkan pesta pernikahan anak salah seorang kerabatnya yang dihelat di Aula al-Muhsinin. Hanya lima belas menit, dan ia segera kembali ke rumahnya demi janji untuk diwawancarai oleh Kevin W. Fogg (Senin, 14/11). Ketika saya menanyakan perihal alasannya mengorbankan pesta pernikahan di atas demi meladeni kepentingan sejarawan Universitas Oxford tadi, jawabannya enteng. Ia menganggap Kevin sebagai tamu. Tidak ada curiga, apalagi sentimen anti Barat.

Pukul delapan malam lebih lima menit, ditemani Yahya, Kevin tiba di kediaman Hapsah S. Pattah. Oleh perempuan yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjan) Wanita Islam Alkhairaat (WIA) ini saya diminta turut menyambut di depan rumah. Mengingat pengetahuan saya perihal teknik wawancara penelitian selama ini hanya bersumber dari buku, inilah kesempatan saya menimba pengetahuan: mangamati secara langsung bagaimana peneliti luar negeri melakukan wawancara sebagai bagian dari metode pengumpulan data. Continue reading Belajar Teknik Wawancara (Sejarah) dari Kevin W. Fogg

Kesalahan Akademik Azyumardi Azra: Bukan Aib

Kate Middleton
Kate Middleton

Kiranya  tak ada peminat studi Islam di Tanah Air yang tidak mengenal Azyumardi Azra. Mantan rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini ibarat raksasa oleh kontribusinya dalam mempupuri wajah pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Buku dan artikel akademiknya tesebar di dalam maupun di luar negeri. Gengsi pribadinya pun semakin menguat sebab pria berdarah Minang ini juga menyandang gelar kesatria Kerajaan Kerajaan Inggris. Bila mau, Ia berhak meminta untuk dimakamkan di negeri Kate Middleton.

Sebagai peminat studi Islam, saya mengoleksi beberapa buku dan artikel Azra. Bagi saya, tulisan-tulisannya, meski teoretis, tetap enak dibaca. Kemarin, di perpustakaan, saya bersua dengan salah satu artikelnya yang berjudul Hadrami as Educators: al-Habib Sayyid Idrus ibn Salim al-Jufri (1889-1969) and al-Khairat yang dimuat di Jurnal Kultur Volume 1, No. 1, 2000. Saat itu juga, saya langsung tertarik membaca tulisan ini bukan hanya karena penulisnya, melainkan juga temanya. Mengingat tempat tinggal saya berdekatan dengan al-Khairaat dan sering bergaul dengan para alumninya, saya merasa perlu mengetahui bagaimana profil Sayyid Idrus yang hadir lewat tangan Azra.

Continue reading Kesalahan Akademik Azyumardi Azra: Bukan Aib