9 Summers 10 Autumns: Inspiratif sekaligus Memuakkan

Buku - 9 Summers and 10 AutumnsDahulu, yang dikenal dengan sebutan Kota Apel di Indonesia adalah Malang. Kini, berkat kebijakan otonomi daerah, dan Batu menjadi daerah otonom yang terpisah dari Kabupaten Malang, maka yang disebut kota apel itu tak lain dan tak bukan adalah Kabupaten Batu. Kabupaten yang berada di dataran tinggi dan bercuaca sejuk ini patut bangga, karena salah seorang putra daerahnya sukses bekerja dan menjadi salah seorang direktur di Nielsen New York. Yang lebih membanggakan lagi, putra Batu yang bernama Iwan Setyawan ini tidak berasal dari keluarga menengah ke atas. Ia hanya seorang anak sopir angkot. Bagi negara yang penduduknya berasal dari kelas menengah ke bawah, kisah seorang anak sopir angkot yang sukses di negeri Paman Sam tentu layak disimak. Lewat9 Summers 10 Autumns: dari Kota Apel ke The Big Apple, Iwan Setyawan mengkisahkan lika-liku hidupnya.

Tidak seperti buku autobiografi kebanyakan yang ditulis sesuai urutan tahun, layaknya buku sejarah, 9 Summers 10 Autumns justru ditulis dalam gaya novel romantis. Iwan berkisah, mengalir, dan ia mengawali kisahnya dari bawah jembatan New York, ketika ia ditodong oleh dua orang berperawakan Afro-Amerika, meminta kartu kredit miliknya. Beruntung, dalam kondisi terpojok, bahkan sempat kena gebuk, ia diselamatkan oleh seorang anak kecil. Dikisahkan, dari atas jembatan, anak kecil itu melihat kondisi Iwan yang sudah terpojok. Anak kecil itu lantas melapor pada ibunya. Melihat Iwan, sang ibu pun berteriak, kedua penodong itu panik, lari tunggang-langgang, dan Iwan pun terselamatkan.

Continue reading 9 Summers 10 Autumns: Inspiratif sekaligus Memuakkan