Kesan dari SLIMS7 Cendana Stable

TBBM AKC JOGLO SEMARSaya tidak ingat lagi kapan persisnya. Yang pasti, beberapa tahun lalu, saya sempat memasang (install) aplikasi berbasis web, Senayan, untuk katalog online Perpustakaan Mini Nemu Buku (PMNB) di Kota Palu. Sayang sekali, katalog online itu kini tak lagi aktif.

Beberapa tahun berselang, saya kembali memasang Senayan untuk dua perpustakaan dalam satu minggu terakhir ini. Yang pertama, adalah Perpustakaan Universitas Alkhairaat Palu atas permintaan Alfagih Mugaddam dan, yang kedua, Taman Bacaan Bende Mataran milik Anand Krishna Center (AKC) cabang Jogja, Solo, dan Semarang (Joglo Semar) atas permintaan Ahmad Syukri.

Continue reading Kesan dari SLIMS7 Cendana Stable

Kesalahan Akademik Azyumardi Azra: Bukan Aib

Kate Middleton
Kate Middleton

Kiranya  tak ada peminat studi Islam di Tanah Air yang tidak mengenal Azyumardi Azra. Mantan rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini ibarat raksasa oleh kontribusinya dalam mempupuri wajah pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Buku dan artikel akademiknya tesebar di dalam maupun di luar negeri. Gengsi pribadinya pun semakin menguat sebab pria berdarah Minang ini juga menyandang gelar kesatria Kerajaan Kerajaan Inggris. Bila mau, Ia berhak meminta untuk dimakamkan di negeri Kate Middleton.

Sebagai peminat studi Islam, saya mengoleksi beberapa buku dan artikel Azra. Bagi saya, tulisan-tulisannya, meski teoretis, tetap enak dibaca. Kemarin, di perpustakaan, saya bersua dengan salah satu artikelnya yang berjudul Hadrami as Educators: al-Habib Sayyid Idrus ibn Salim al-Jufri (1889-1969) and al-Khairat yang dimuat di Jurnal Kultur Volume 1, No. 1, 2000. Saat itu juga, saya langsung tertarik membaca tulisan ini bukan hanya karena penulisnya, melainkan juga temanya. Mengingat tempat tinggal saya berdekatan dengan al-Khairaat dan sering bergaul dengan para alumninya, saya merasa perlu mengetahui bagaimana profil Sayyid Idrus yang hadir lewat tangan Azra.

Continue reading Kesalahan Akademik Azyumardi Azra: Bukan Aib

Refleksi Kemerdekaan RI ke-69

Pakaiannya sangat putih. Rambutnya begitu hitam. Tidak ada sedikitpun tanda yang memperlihatkan bahwa lelaki itu baru saja menempuh perjalanan jauh melewati padang pasir.

Tidak ada cerita yang menyebutkan bahwa, sebelum masuk, Ia mengucap salam terlebih dahulu. Ia masuk begitu saja. Membelah kerumunan para sahabat, dan langsung duduk di hadapan Nabi saw.

Ia duduk bertumpu pada kedua betisnya di hadapan Sang Nabi. Saking dekatnya, kedua lututnya bersentuhan dengan kedua lutut Nabi saw. Kepada Sang Nabi saw., lelaki misterius yang belakangan diketahui adalah malaikat Jibril itu mengajukan lima pertanyaan. Salah satunya tentang Iman.

Continue reading Refleksi Kemerdekaan RI ke-69

RedOne: Muslim Saleh di balik Kesuksesan Lady Gaga

Foto RedOneKiranya tidak berlebihan bila kita mengumpamakan Ramadan laksana SPBU, tempat singgah sejenak untuk mengisi energi. Buktinya, tidak sedikit umat Islam yang kembali tampak religius setelahnya. Rajin salat, berbicara lebih teratur, dan menguping musik-musik religi.

Wabakdu. Ketika sedang kumpul lebaran bersama keluarga, acara ngobrol-ngobrol kami pun dihiasi musik religi dari penyanyi berdarah Libanon, Maher Zain. Terselip pula obloran singkat di antara saya dan keluarga lainnya bahwa, sebelum banting setir ke aliran musik religi, Maher Zain pernah berduet dengan penyanyi kontroversial, Lady Gaga. Lagu mereka berdua bisa kita temukan dengan mudah di Youtube.

Continue reading RedOne: Muslim Saleh di balik Kesuksesan Lady Gaga

Tulisan ini Baca-able

Foto Chelsea IslanSastrawan memang tidak sama dengan akademisi ketika menuliskan karyanya dalam bahasa Indonesia. Kalau kamu bergelut di bidang akademik, jangan coba-coba menulis karya ilmiah dengan kosakata, seperti ciyus, kecian deh lo, dan sejenisnya. Kata-kata seperti ini hanya mungkin digunakan bila Anda menulis karya fiksi. Di novelnya yang terbaru, Perempuan Bernama Arjuna: Filsafat dalam Fiksi, Remy Sylado menyantumkan kedua kosakata di atas bahkan tanpa cetak miring sebagai penanda bahwa kata-kata itu belum lagi maktub dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Tak seperti sastrawan, kelas akademisi memang kaku dalam berbahasa. Bagi kelompok kelas masyarakat yang sukanya mengaku diri sebagai kelas terdidik ini, bila kosakata itu belum tercantum dalam KBBI, maka kata tersebut belum boleh digunakan. Bagi kelompok ini, bahasa seperti berada di ekosistem yang nyaris mati. Kehidupannya ditentukan oleh segelintir orang yang ada di lembaga bahasa.

Continue reading Tulisan ini Baca-able

Fungsi dan Elemen Penting Abstrak dalam Karya Ilmiah

Foto Peer Review ArticleAbstrak merupakan elemen penting dalam sebuah tulisan ilmiah. Pada umumnya, jurnal-jurnal ilmiah menyantumkan abstrak di tiap artikel yang dimuat. Kalaupun ada jurnal yang tidak menyantumkan abstrak, percayalah, paling kurang berdasarkan keterbatasan pengetahuan yang saya miliki, jumlahnya sangat sedikit.

Jika Anda bertanya: mengapa tulisan ilmiah harus menyantumkan abstrak, Margaret Cargil dan Patrick O’Connor mengajukan tiga alasan berikut sebagai jawabannya:

Continue reading Fungsi dan Elemen Penting Abstrak dalam Karya Ilmiah

Twitter University: Universitas yang Melampaui Ruang dan Waktu

Gambar Logo TwitterKeisengan tidak selalu buruk. Paling kurang, itu yang saya tahu dari hasil memencet menu-menu di situs Twitter. Dari sini saya dibawa masuk ke berbagai informasi tentang produk Twitter. Saya pun akhirnya menjadi tahu bahwa Twitter, ternyata, punya universitas. Ya, Universitas Twitter alias Twitter University.

Di tangan tim pengembang situs jejaring sosial bermodal 140 karakter ini, universitas kini melintasi sekat ruang dan waktu. Kini, kita bisa memiliki apa yang lazim disebut universitas tanpa harus membangun gedung-gedung kelas berlantai lebih dari dua atau menyusun jadwal tatap muka di kelas.

Continue reading Twitter University: Universitas yang Melampaui Ruang dan Waktu