Membaca Realitas dari “Bawah”

Buku - Selfie karya Neni MuhidinJudul Buku: Selfie: Sewindu Catatan dari Palu

Penulis: Neni Muhidin

Halaman: 330 + vi

Penerbit: Nemu Publishing

Tahun: Februari 2015

Majalah Tempo membuka tahun 2015 dengan wawancara bersama Cindy Adams. Di sana kita bisa menemukan bagaimana perempuan Amerika ini terkejut ketika disuguhi fakta bahwa buku autobiografi Sukarno yang ia tulis telah diselewengkan. Konon di edisi lawas buku berjudul Sukarno: Penyambung Lidah Rakyat terbitan Gunung Agung itu maktub paragraf yang sejatinya tidak pernah ada di dalam edisi asli berbahasa Inggris. Walaupun pelaku penyelewengan ini belum terungkap, tidak bisa disalahkan bila lirik curiga tertuju kepada rezim Orde Baru. Kiranya kita semua mafhum: bahwa penambahan serta pengurangan substansi di dalam suatu karya agar sejalan dengan ideologi penguasa merupakan salah satu tanda rezim despotik.

Continue reading Membaca Realitas dari “Bawah”

From One Dollar to One Billion Dollars Company

Buku - From One Dollar to One Billion Dollars CompanySaya masih ingat, ketika berstatus mahasiswa Jurusan Tafsir Hadis IAIN (sekarang UIN) Sunan Kalijaga, salah seorang dosen saya menyatakan bahwa tujuan menjadi sarjana tafsir hadis bukan menjadi ahli tafsir Alquran dan hadis, tetapi justru untuk menjadi komentator hasil penafsiran orang lain. Sayang sekali, belakangan ini, makna asosiatif dari kata komentator telah rusak akibat perilaku para cenayang sepakbola yang kerap tampil kemayu di layar kaca sembari berlindung di balik sebutan komentator. Ya, mereka memang lebih tepat disebut cenayang oleh kebiasannya menebak-nebak, seperti menerka formasi apa yang akan dimainkan oleh Carlo Ancelotti, atau apakah Mou Si Mulut Besar akan memainkan Drobga pada babak kedua kala Chelsea tertinggal 2-1 dari Persib Bandung, atau, dan ini yang paling parah, berapa skor akhir pertandingan antara Persipal melawan Barcelona.

Komentator itu seharusnya seperti Rhenald Kasali. Paling kurang, demikian yang saya pahami ketika melewati halaman demi halaman dari buku yang ia tulis bersama mantan CEO Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, yang diberi judul From One Dollar to One Billion Dollars Company. Di buku ini, Kasali tidak sedang bertindak layaknya komentator sepakbola. Ia tidak sedang menebak-nebak apa yang akan terjadi, tetapi memetakan yang sudah terjadi di perusahaan penerbangan milik negara dalam satu dekade masa kepemimpinan Satar.

Continue reading From One Dollar to One Billion Dollars Company

Ideologi Wahhabi dan Terorisme Islam

Buku - WahhabismeBaru-baru ini, berita penangkapan sejumlah teroris oleh Densus 88 di berbagai kota di Indonesia memecah perhatian masyarakat terhadap perkembangan kasus korupsi daging sapi yang tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dan, naam, sudah menjadi hal lazim di negeri ini, ketika kata teroris disebut, maka asosiasi pembaca serta-merta tertuju pada kelompok Islam tertentu.

Kelompok Islam yang lebih tepat, paling kurang menurut Khaled Abou El Fadl, disebut kelompok puritan ini memang eksis di tengah-tengah kita. Meski demikian, tidak cukup banyak di antara kita yang mengetahui asal-usul konstruksi pemikiran kelompok Islam yang satu ini. Ada dua tesis yang diajukan oleh para peneliti teroris Islam (saya lebih senang menyebut teroris Islam, karena ideologi teror, sesungguhnya, bisa eksis di setiap agama) terkait konstruksi berpikir kelompok ini dalam melaksanakan aksinya. Pertama, bahwa pemikiran teror berhubungan erat dengan pemikiran aktifis muslim Mesir, Sayyid Qutb, terutama yang tertuang dalam bukunya, Ma’alim fi al-Thariq. Pendapat ini diajukan oleh Lawrence Wright dalam bukunya yang diberi penghargaan Pulitzer, Sejarah Teror: Jalan Panjang Menuju 11/9.

Kedua, pendapat yang mengemukakan bahwa terorisme Islam sejatinya memiliki akar kuat pada ideologi Wahhabi yang didirikan oleh Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab yang lahir di Najd, yakni suatu daerah di Jazirah Arab daerah yang, kebetulan, juga merupakan daerah asal dari nabi palsu dalam sejarah Islam, Musaylimah si Pendusta (al-kadzdzab). Pendapat yang terakhir ini dapat kita baca di buku yang berjudul Selamatkan Islam dari Muslim Puritan karya pakar hukum Islam kontemporer, Khaled Abou El Fadl, dan buku karya Hamid Algar, Wahhabisme: Sebuah Tinjauan Kritis. Continue reading Ideologi Wahhabi dan Terorisme Islam

Pil Belajar dari Dosen IAIN Palu

Buku - The Spirit of LearningMereka yang akrab dengan tema-tema spiritual modern ala gerakan New Age pasti mafhum bahwa manusia yang hidup di dunia ini terikat di dalam suatu jalinan medan energi. Sayang sekali, tidak banyak orang di luar sana yang menyadari keberadaan medan energi ini dan mencari tahu bagaimana cara memberdayakannya, sehingga kita seringkali terjebak di belantara kehidupan, mengalami defisit energi, lalu merampas energi orang-orang di sekeliling kita dengan cara yang paling umum: sibuk mencari-cari kesalahan orang lain.

Syukur alhamdulillah. Tidak semua orang merusak medan energi kehidupan. Meski sedikit, masih ada saja orang baik yang mau berbagi motivasi kepada mereka yang mengidap defisit energi. Dalam skala tertentu, tak ada salahnya jika memasukkan orang-orang defisit energi dan miskin motivasi ini ke dalam maksud kata munkar, sebagaimana yang tersua dalam narasi hadis Nabi saw., “Man raa minkum munkaran..” Untuk menyikapi orang-orang munkar jenis ini, sesuai tuntunan Nabi saw., ada tiga cara yang bisa ditempuh. Pertama, dengan tulisan sebagai bagian dari kerja tangan; kedua, lewat ceramah sebagai bentuk ejawantah lisan; dan ketiga, melalui doa sebagai perwujudan dari kerja hati.

Continue reading Pil Belajar dari Dosen IAIN Palu

Menengok Hadis-Hadis Bermasalah

Buku-Hadis-Hadis_BermasalahSudah menjadi pengetahuan umum bahwa, di samping Alquran, umat Islam menyandarkan perilaku keagamaannya kepada hadis Nabi saw. Secara sederhana, yang dimaksud hadis adalah segala jenis laporan yang disandarkan (udhifa) kepada Nabi. Siapa yang menyandarkan laporan kepada Nabi? Ya, para Sahabat dan generasi sesudahnya bahkan hingga saat ini.

Ketika disebut “disandarkan”, maka kata ini meniscayakan adanya proses kepengarangan (authorship) berita tentang Nabi. Oleh sebab adanya proses kepengarangan, para ulama kemudian bersepakat: bahwa tidak semua hadis akurat dan sahih. Sebagai tindaklanjut dari kesepakatan ini, para ulama lantas menyusun Ulumul Hadis, yakni kompilasi metode-metode pengujian kualitas hadis, baik dari aspek rangkaian informan (sanad/isnad) atau dari aspek konten informasi tentang Nabi saw. (matan).

Continue reading Menengok Hadis-Hadis Bermasalah

Co-Bercanda Ergo Sum

Buku - Merdeka dalam BercandaPenulis: Pandji Pragiwaksono

Judul Buku: Merdeka dalam Bercanda: Catatan Perjalanan Membangkitkan Stand-Up Comedy di Indonesia

Pernerbit: Bentang Pustaka

Tahun: April 2012

Tebal: xxiv + 192 halaman

Sudah banyak buku tentang Stand-up Comedy. Beberapa di antaranya bisa dilacak lewat Google lalu di unduh. Hanya saja, buku-buku itu tersaji dalam bahasa Inggris. Ya, Stand-up Comedymemang lahir di Amerika, maka lazim kiranya jika buku-buku tentang itu mayoritas ditulis dalam bahasa Inggris, bukan? Kalau kebanyakan ditulis dalam bahasa Kaili, bahasanya orang Palu, itu baru tidak lazim.

Di negeri asalnya, Stand-Up Comedy mewabah di pertengahan tahun 1970-an. Demikian tulis Richard Zoglin dalam bukunya,Comedy at the Edge. Model komedi ini berperan penting dalam mengubah pola sikap dan pola pikir masyarakat Amerika. Ia menjadi wadah tepat untuk melemparkan kritik sosial dalam balutan tawa dan menjadikan masyarakat tak lagi over-sensitive; dua persoalan yang masih belum khatam di negeri ini: problem sosial menggunung dengan masyarakat yang kelewat sensitif. Masalah sepele seringkali jadi biang keributan. Tidak dewasa.

Continue reading Co-Bercanda Ergo Sum

Problem Penaggalan (Dating) Hadis

Buku - Metode Kritik HadisJudul buku: Menguji Kembali Keakuratan Metode Kritik Hadis

Penulis: Dr.Phil. Kamaruddin Amin, M.A.

Penerbit: Hikmah (PT Mizan Publika)

Tahun terbit: April 2009

Hanya ada satu kata kunci untuk memahami diskursus hadis di Barat:dating. Persoalan di sekitar dating ini terangkum dalam pertanyaan perihal kapan hadis pertama kali ada. Skeptitisme Barat terhadap validitas hadis sebagai bahan yang bersumber dari Nabi saw. ini kiranya wajar. Pasalnya, tidak ada satupun bukti empiris tekstual yang ditulis oleh para Sahabat yang sampai pada kita saat ini. Yang sampai pada kita, umat Islam, adalah teks-teks hadis yang ditulis pada masa sekitar abad kedua dan ketiga Hijriah.

Dalam menyikapi serta menjawab problem dating yang diajukan akademisi Barat, sarjanawan muslim pada umumnya mengajukan argumentasi tanpa ujung (circular argument). Akhirnya, kita pun gagal meyakinkan Barat, karena, lagi-lagi, kita tak punya cukup bukti.

Continue reading Problem Penaggalan (Dating) Hadis