Ibn Khaldun dan Almaany.com

Sampul Muqaddimah karya Ibn Khaldun dalam bahasa Inggirs (Foto: businessinsider.com)

Persentuhan saya dengan Muqaddimah karya Ibn Khaldun (1332-1406 M.) untuk pertama kali terjadi ketika saya duduk di bangku kuliah S1 di IAIN (sekarang UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Kala itu, yang saya baca adalah edisi terjemahan dalam bahasa Indonesia. Tidak banyak yang saya ingat dari bacaan saat itu kecuali kritik yang dilontarkan Ibn Khaldun kepada al-Thabari ketika menafsirkan ayat Irama dzat al-‘imad (Q.S. al-Fajr [89]: 7). Kini, ketika saya diminta untuk mengampu mata kuliah Kajian Kitab Klasik di Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), IAIN Palu, saya kembali mendatangi Muqaddimah, karena satu alasan yang bisa kita perdebatkan: Ibn Khaldun adalah tokoh pencetus sosiologi, bukan Auguste Comte. Tidak seperti belasan tahun yang lalu, kali ini saya memilih Muqaddimah dalam bahasa Arab.

Continue reading Ibn Khaldun dan Almaany.com

Rita Ora dan Nominal Muslims

Tulisan ini berawal dari Ed Sheeran. Ya, saya menyukai aksi penyanyi Inggris ini karena satu hal: sederhana. Ia kerap tampil, bernyanyi dan menghibur, hanya dengan gitar akustik tipe junior. Ketika sedang menonton aksi Ed di YouTube, situs ini menampilkan sejumlah tautan ke video terkait, salah satunya adalah video dimana Rita Ora melagukan Your Song diiringi Ed yang memainkan gitar (Kau bisa melihat video itu di bawah tulisan ini).

Continue reading Rita Ora dan Nominal Muslims

Belajar Teknik Wawancara (Sejarah) dari Kevin W. Fogg

wawancara-kevin-foggTidak seperti biasanya, ibu dari dua anak itu harus bergegas meninggalkan pesta pernikahan anak salah seorang kerabatnya yang dihelat di Aula al-Muhsinin. Hanya lima belas menit, dan ia segera kembali ke rumahnya demi janji untuk diwawancarai oleh Kevin W. Fogg (Senin, 14/11). Ketika saya menanyakan perihal alasannya mengorbankan pesta pernikahan di atas demi meladeni kepentingan sejarawan Universitas Oxford tadi, jawabannya enteng. Ia menganggap Kevin sebagai tamu. Tidak ada curiga, apalagi sentimen anti Barat.

Pukul delapan malam lebih lima menit, ditemani Yahya, Kevin tiba di kediaman Hapsah S. Pattah. Oleh perempuan yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjan) Wanita Islam Alkhairaat (WIA) ini saya diminta turut menyambut di depan rumah. Mengingat pengetahuan saya perihal teknik wawancara penelitian selama ini hanya bersumber dari buku, inilah kesempatan saya menimba pengetahuan: mangamati secara langsung bagaimana peneliti luar negeri melakukan wawancara sebagai bagian dari metode pengumpulan data. Continue reading Belajar Teknik Wawancara (Sejarah) dari Kevin W. Fogg

Ketika Meghan Trainor Hadir di Poso

Prapatan PosoSaya tidak bisa menyalahkan Anda bila percaya begitu saja pada apa kata media tentang situasi Poso belakangan ini. Begitulah media: tidak jarang ia bersalin rupa menjadi “senjata” perusak paling mematikan bagi akal sehat manusia. Maka, bila akhirnya Anda ikut-ikutan mensinonimkan kata Poso dengan gerombolan teroris Santoso, lantas mengira bahwa yang ada di kabupaten ini hanyalah aksi kejar-kejaran antara teroris dan aparat, sekali lagi, itu bukan salah Anda.

Saya mengetik tulisan ini sehari setelah kembali dari Poso. Tidak ada masalah dalam perjalanan 4 setengah jam dari Palu ke Poso dengan menumpang mobil milik travel New Armada. Begitu juga sebaliknya. Tidak ada sweeping pemeriksaan KTP terhadap siapa saja yang keluar masuk kabupaten ini, meski di Poso saat itu merupakan penghujung masa operasi perburuan gerombolan teroris Santoso di bawah sandi Camar Maleo.

Sesampainya saya di Poso, saya mendapati kabupaten ini masih sama dengan dulu, 4-5 tahun yang lalu, ketika saya masih aktif mengajar di STAI Poso. Tidak ada tanda-tanda bahwa kabupaten ini pernah menjadi tempat perseteruan sosial. Aktifitas masyarakatnya sudah sangat normal.

Memang, sebelum saya berangkat ke Poso, tersiar berita tentang beberapa insiden penembakan aparat serta penangkapan sejumlah anggota jaringan teroris Santoso. Yang aneh, ketika saya di Poso dan menanyakan itu kepada Erik, pemuda Poso yang menemani saya kali ini, ia mengaku tidak tahu-menahu soal itu. “Orang Poso sudah tidak perduli dengan Santoso,” katanya. Continue reading Ketika Meghan Trainor Hadir di Poso

Ekspedisi Warung Kopi – Kedai Kopi Brun’s di Kota Magelang

Kedai Kopi Brun's
Kedai Kopi Brun’s

Gara-gara membaca profil Franky Angkawijaya dan lembaga kursus baristanya, Esperto Barista Course, yang muat di Harian Kompas (15/2/2015), saya lantas berniat “naik kelas”: dari peminum kopi biasa menjadi orang yang juga mengerti kopi dan cara penyajiannya. Saya pun mulai rutin membaca dan melahap semua jenis informasi tentang kopi. Tentu saja, semua ini saya lakukan sembari terus minum kopi di rumah atau di warung-warung kopi yang saya temui.

Bila sedang berada di Magelang, saya kerap berkunjung ke Kedai Kopi Brun’s. Sebatas yang saya ketahui, inilah warung kopi paling serius di Kota Magelang. Terselip di antara toko-toko di kawasan Pecinan yang menjadi denyut nadi dari kota ini, Brun’s berdiri sejak tahun 2008.

Continue reading Ekspedisi Warung Kopi – Kedai Kopi Brun’s di Kota Magelang

Antara Raisa dan JK: Ragam Interaksi Muslim di Indonesia dengan Alquran (Catatan Juni 2015)

Sumber gambar: nyunyu.com dan wowkeren.com
Sumber gambar: nyunyu.com dan wowkeren.com

Pernyataan saya berikut ini tentu membutuhkan riset lanjutan. Saya sekedar menduga bahwa sepuluh dari sepuluh anak muda negeri ini, yang tinggal di kota dan terbiasa dengan internet, pasti mengenal nama Raisa. Bersama beberapa temannya yang notabene merupakan artis di negeri ini, seperti Tasya Kamila, Gita Gutawa, Afgan, Zivanna Letisha Siregar, dan lain-lain, Raisa ambil bagian dalam proyek religius yang diluncurkan jelang Ramadan tahun ini lewat apa yang mereka sebut dengan Quran Indonesia Project.

Lewat proyek ini, mereka membaca beberapa ayat dan surat beserta terjemahannya dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Bacaan itu mereka rekam di sebuah studio musik, lalu diunggah di situs berbagai musik, Soundcloud, dengan tautan yang mereka tempelkan pada Situs Quran Indonesia Project. Dengan demikian, bila Anda bosan mendengarkan suara Raisa menyanyikan Could it be Love, sebagai ganti, Anda bisa mendengarkannya mengaji Ayat al-Kursi.

Continue reading Antara Raisa dan JK: Ragam Interaksi Muslim di Indonesia dengan Alquran (Catatan Juni 2015)

Ragam Artikulasi Alquran di Indonesia (Catatan Kejadian di Bulan Mei 2015)

Sumber gambar: usatoday.com
Sumber gambar: usatoday.com

Shady Hekmat Nasser membuka disertasinya, The Transmission of the Variant Readings of the Qur’an, dari rumor yang berkembang di salah satu perkampungan Muslim-Sunni di Beirut pada tahun 1990-an.

Warga di perkampungan tersebut, tulis Nasser, telah menuduh Syaikh mereka menderita pikun. Dipicu oleh rasa gerah terhadap bacaan Alquran yang ia lantunkan menjelang salat subuh, mereka, para penduduk kampung, menyuruh Sang Syeikh berhenti membaca Alquran lalu mengusirnya keluar dari masjid. Dalam pandangan mereka, Syeikh itu telah menistakan kitab suci Tuhan, karena membaca salah satu kata di dalam surat al-Fatihah dengan huruf zay; bukan dengan shad sebagaimana lazimnya. “Bisakah kau membayangkan bahwa ia membaca ihdina al-zirat al-mustaqim dengan zay! Putri saya yang berusia tiga tahun bahkan bisa membaca al-Fatihah dengan benar,” kata salah seorang di antara penduduk kampung.

Continue reading Ragam Artikulasi Alquran di Indonesia (Catatan Kejadian di Bulan Mei 2015)