Co-Bercanda Ergo Sum

Buku - Merdeka dalam BercandaPenulis: Pandji Pragiwaksono

Judul Buku: Merdeka dalam Bercanda: Catatan Perjalanan Membangkitkan Stand-Up Comedy di Indonesia

Pernerbit: Bentang Pustaka

Tahun: April 2012

Tebal: xxiv + 192 halaman

Sudah banyak buku tentang Stand-up Comedy. Beberapa di antaranya bisa dilacak lewat Google lalu di unduh. Hanya saja, buku-buku itu tersaji dalam bahasa Inggris. Ya, Stand-up Comedymemang lahir di Amerika, maka lazim kiranya jika buku-buku tentang itu mayoritas ditulis dalam bahasa Inggris, bukan? Kalau kebanyakan ditulis dalam bahasa Kaili, bahasanya orang Palu, itu baru tidak lazim.

Di negeri asalnya, Stand-Up Comedy mewabah di pertengahan tahun 1970-an. Demikian tulis Richard Zoglin dalam bukunya,Comedy at the Edge. Model komedi ini berperan penting dalam mengubah pola sikap dan pola pikir masyarakat Amerika. Ia menjadi wadah tepat untuk melemparkan kritik sosial dalam balutan tawa dan menjadikan masyarakat tak lagi over-sensitive; dua persoalan yang masih belum khatam di negeri ini: problem sosial menggunung dengan masyarakat yang kelewat sensitif. Masalah sepele seringkali jadi biang keributan. Tidak dewasa.

Demi tujuan mendewasakan masyarakat, membudayakan Stand-Up Comedy tentu pilihan yang elok. Tidak perlu bersikap sok anti budaya Amerika, tetapi sangat permisif menggunakan teknologi buatan mereka. Tentu ini tidak berarti bahwa kita tidak perlu bersikap kritis terhadap transfer budaya Amerika. Beberapa konsep budaya Amerika jelas perlu ditimbang sebelum masuk ke negeri ini, seperti isu pernikahan sesama jenis, kesetaraan jender, dan masih banyak lagi yang tak bisa disebut semuanya di sini.

Bagi mereka yang ingin membudayakan Stand-Up Comedy di berbagai kota di Indonesia tetapi kesulitan mengakses tulisan berbahasa Inggris tanpa pertolongan GoogleTranslate, buku berjudul Merdeka dalam Bercanda yang ditulis oleh Pandji Pragiwaksono bisa menjadi bacaan baik dan sangat membantu.

Pandji memang bukan nama asing di dunia Stand-Up Comedy Tanah Air. Ia adalah salah satu yang paling getol membudayakan acara ini. Bukan hanya lewat televisi, tetapi di forum-forum pencinta Stand-Up Comedy di berbagai kota. Saya tidak tahu apakah Pandji pernah singgah dan berbagi dengan dengan komunitas Stand-Up Comedy Palu. Jika belum, maka anggaplah buku ini sebagai sarana yang ia pilih untuk berbagi kepada siapa saja yang peduli dengan masa depan komedi kritis. Seperti yang ia tulis di buku tersebut, “Komedi sesungguhnya adalah pembawa kebenaran.”

Di bukunya ini, Pandji tidak hanya membagikan apa saja yang harus dimengerti sekaligus dipersiapkan sebelum seorang comic memetaskan aksinya, tetapi juga berbagi pengalamannya selama menghidupkanStand-Up Comedy, paling kurang, di tahun 2011 hingga awal 2012. Pengalaman ini tentu saja berharga bagi siapa saja yang ingin mengikuti jejak Pandji, menghidupkan Stand-Up Comedy di negeri ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *