Tulisan ini Baca-able

Foto Chelsea IslanSastrawan memang tidak sama dengan akademisi ketika menuliskan karyanya dalam bahasa Indonesia. Kalau kamu bergelut di bidang akademik, jangan coba-coba menulis karya ilmiah dengan kosakata, seperti ciyus, kecian deh lo, dan sejenisnya. Kata-kata seperti ini hanya mungkin digunakan bila Anda menulis karya fiksi. Di novelnya yang terbaru, Perempuan Bernama Arjuna: Filsafat dalam Fiksi, Remy Sylado menyantumkan kedua kosakata di atas bahkan tanpa cetak miring sebagai penanda bahwa kata-kata itu belum lagi maktub dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Tak seperti sastrawan, kelas akademisi memang kaku dalam berbahasa. Bagi kelompok kelas masyarakat yang sukanya mengaku diri sebagai kelas terdidik ini, bila kosakata itu belum tercantum dalam KBBI, maka kata tersebut belum boleh digunakan. Bagi kelompok ini, bahasa seperti berada di ekosistem yang nyaris mati. Kehidupannya ditentukan oleh segelintir orang yang ada di lembaga bahasa.

Sementara itu, sebaliknya, bagi sastrawan, bahasa merupakan realitas yang ada di ekosistem yang hidup. Bukan lembaga bahasa yang menentukan kehidupannya, melainkan pengguna bahasa dalam pengertian yang lebih luas, yakni masyarakat. Tugas lembaga bahasa terbatas sebagai pengakomodir kata-kata yang muncul di masyarakat.

Nah, belakangan ini, saya menemukan satu lagi jenis kosakata yang mulai berkecambah bak jamur di musim hujan, yaitu satu kosakata bahasa Indonesia yang disambungkan dengan kata able dalam bahasa Inggris. Hasilnya, kosakata bahasa Indonesia itu, paling kurang di mata saya, menjadi lebih berwarna, lebih hidup, dan menyenangkan. Kosakata jenis ini biasanya muncul di blog.

Sebagai contoh, penulis blog yang berasal dari Magelang, Gus Mul, menggambarkan dirinya yang tidak memiliki potongan pantas dijadikan pacar dengan kata unpacarable. Berbeda dengan blogger ini, ketika menjawab pertanyaan dari salah seorang penikmat tulisannya tentang spesifikasi laptop seri Dell Inspiron 5437, apakah batreinya bisa dilepas atau tidak, pemilik akun siputih125i menulis, “Yes, copot-able gan. Tapi buat apa?”

Nah, yang paling ajib adalah situs MalesBanget.com yang menyebut salah satu dari 14 foto Chelsea Islan dengan kata pelukable. Seperti apa foto si cantik Chelsea Islan yang pelukable itu, silakan googling sendiri 😀

2 thoughts on “Tulisan ini Baca-able”

  1. Hehee.. penulisan kata-kata seperti ini memang sangat membantu mengekspresikan rasa atau penjiwaan dalam tulisan. Saya juga sangat senang membaca dan menulis tulisan yang baca able. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *