Fungsi dan Elemen Penting Abstrak dalam Karya Ilmiah

Foto Peer Review ArticleAbstrak merupakan elemen penting dalam sebuah tulisan ilmiah. Pada umumnya, jurnal-jurnal ilmiah menyantumkan abstrak di tiap artikel yang dimuat. Kalaupun ada jurnal yang tidak menyantumkan abstrak, percayalah, paling kurang berdasarkan keterbatasan pengetahuan yang saya miliki, jumlahnya sangat sedikit.

Jika Anda bertanya: mengapa tulisan ilmiah harus menyantumkan abstrak, Margaret Cargil dan Patrick O’Connor mengajukan tiga alasan berikut sebagai jawabannya:

  1. Abstrak berguna bagi pembaca yang sibuk (atau pura-pura sibuk – menurut saya tidak sedikit orang yang suka berpura-pura sibuk, terutama ketika ia sudah berada di level akademis tertentu; bergelar doktor mungkin). Abstrak, yang juga bisa diartikan dengan ringkasan, boleh jadi merupakan satu-satunya alasan bagi orang-orang sibuk membaca tulisan Anda. Jika kamu ingin mereka membaca keseluruhan tulisan, maka pastikan abstrak tulisan Anda benar-benar “seksi”.
  2. Abstrak berguna bagi pembaca di dunia berkembang, di mana akses mereka masih sangat terbatas.
  3. Abstrak yang berisi kata kunci yang mewakili judul dan keseluruhan inti penelitian berguna bagi database akan sangat berguna dalam proses pencarian yang dilakukan pembaca di kategori kedua.

Biasanya, tiap-tiap jurnal ilmiah memiliki kebijakan sendiri terkait berapa banyak kosakata yang terakamodir dalam sebuah abstrak. Namun, pada umumnya, kosakata di sebuah abstrak tidak lebih dari 350 kata.

Sebuah abstrak, sebaiknya, memuat lima elemen berikut:

  1. Beberapa informasi tentang latarbelakang penelitian.
  2. Aktifitas prinsipil (atau tujuan) dari studi dan cakupannya.
  3. Sejumlah informasi tentang metode-metode yang digunakan dalam penelitian.
  4. Hasil-hasil terpenting dari studi yang dilakukan peneliti.
  5. Sebuah pernyataan tentang kesimpulan atau rekomendasi bagi penelitian berikutnya.

Bagian akhir dari sebuah abstrak, biasanya, diikuti dengan kata kunci-kata kunci dalam tulisan ilmiah. Deretan kata kunci ini memainkan peran penting, terutama jika kita berharap agar tulisan kita segera maktub di layanan pengindeks jurnal. Oleh sebab itu, kata kunci tidak bisa ditentukan secara asal. Margaret Cargil dan Patrick O’Connor menyarankan agar tulisan yang akan diberi kata kunci dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tulisan-tulisan yang serupa. Selain itu, tidak ada salahnya untuk memikirkan para pembaca dan membuat prediksi: kata-kata kunci apa saja yang akan mereka gunakan dalam pencarian.

Demikian pendapat yang diajukan Margaret Cargil dan Patrick O’Connor, berdasarkan apa yang saya baca dari buku mereka, Writing Scientific Research Articles: Strategy and Steps.

3 thoughts on “Fungsi dan Elemen Penting Abstrak dalam Karya Ilmiah”

    1. Begini sarannya: Bandingkan dengan artikel dalam bidang yang sama untuk melihat kata kunci yang tidak biasa digunakan. Maksudnya agar kita memilih berdasarkan kata yang relevan di layanan indeks jurnal. Selain itu, pikirkan tentang pembaca, terutama apa yang mereka sukai, dan cobalah menebak kata kunci yang biasa mereka gunakan dalam pencarian.
      Walakhir, terima kasih sudah berkunjung 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *