RedOne: Muslim Saleh di balik Kesuksesan Lady Gaga

Foto RedOneKiranya tidak berlebihan bila kita mengumpamakan Ramadan laksana SPBU, tempat singgah sejenak untuk mengisi energi. Buktinya, tidak sedikit umat Islam yang kembali tampak religius setelahnya. Rajin salat, berbicara lebih teratur, dan menguping musik-musik religi.

Wabakdu. Ketika sedang kumpul lebaran bersama keluarga, acara ngobrol-ngobrol kami pun dihiasi musik religi dari penyanyi berdarah Libanon, Maher Zain. Terselip pula obloran singkat di antara saya dan keluarga lainnya bahwa, sebelum banting setir ke aliran musik religi, Maher Zain pernah berduet dengan penyanyi kontroversial, Lady Gaga. Lagu mereka berdua bisa kita temukan dengan mudah di Youtube.

Manakala salah seorang di antara keluarga saya bertanya, apakah Zain adalah seorang mualaf, saya tidak punya jawaban pasti. Saya tidak bisa terburu-buru mengklaim Ia bukan mualaf, mengingat tidak semua orang Libanon beragama Islam. Paling kurang, kesimpulan ini saya ambil dari biografi penyair Libanon yang beragama Kristen Maronit, Kahlil Gibran.

Beberapa jam sesudah acara sulaturahim keluarga usai, saya teringat lagi pada obrolan soal Maher Zain di atas, dan segera memulai pencarian lanjutan tentangnya lewat mesin pencari Google. Hasilnya, saya belum menemukan penjelasan tentang status Zain sebagai mualaf.

Yang saya temukan justru lebih unik. Di salah satu situs dalam negeri, dalam salah satu wawancaranya, Zain mengaku sangat terinspirasi dari pencipta lagu, komposer, serta super produser dengan julukan architect of sound, RedOne. Dari sinilah, pencarian yang saya lakukan di Google berlanjut ke profil RedOne.

Berlimpah bahan di Google tentang RedOne. Ia adalah pria kelahiran Maroko yang hijrah ke Swedia untuk mendalami musik di usianya yang masih relatif muda. Di negeri inilah Maher Zain dan RedOne bertemu. Tentu saja, latar belakang keduanya sebagai sesama migran yang berasal dari Timur Tengah tidak menyulitkan mereka untuk bekerjasama. Dari RedOne, Zain banyak belajar tentang musik. Tidak mengherankan jika Ia piawai mencipta lagu, mengaransemen, serta memproduseri lagu-lagunya sendiri. Kepiawaiannya ini, paling kurang, terbaca pada kredit di bagian akhir video lagunya yang berjudul Number One for Me.

Foto RedOne-1

Dari Swedia, di tahun 2007, RedOne hijrah dan mencoba peruntungannya di Amerika. Pada awalnya tidak mudah. Setelah tiga bulan menjalani kertidakjelasan nasib, Ia sempat berpikir kembali ke Swedia. Tetapi, berkat kerja keras dan ketekunan, sukses kini ada di dalam genggamannya. Berbagai penghargaan dunia di bidang musik telah Ia raih, termasuk dua penghargaan Grammy Award berkat kesuksesannya dalam menciptakan hits-hits internasional serta memberikan kontribusi besar bagi musikalitas sejumlah penyanyi beken, seperti Shakira, Nicki Minaj, Jennifer Lopez, One Direction, Jason Derulo, Marc Anthony, Akon, Pitbull, Enrique Iglesias dan, tentu saja, yang paling fenomenal adalah Lady Gaga. (Biografi RedOne | Diskografi RedOne)

Meski namanya telah mendunia, tidak banyak di antara kita yang tahu bahwa RedOne hanyalah nama panggung, seperti Sigit Purnomo yang lebih dikenal dengan nama Pasha Ungu oleh penikmat musik Tanah Air. Nama asli RedOne adalah Nadir Khayyath (نادر خياط). Ya, nama yang sangat Arab. Meski tidak semua orang Arab beragama Islam, percayalah, RedOne adalah seorang Muslim. Ia sendiri mengakuinya, dan ini bisa kita simak pada video di bawah tulisan ini.

Dalam kesempatan bincang-bincang di televisi Khalijiyah tentang kemungkinan penyanyi Timur Tengah untuk go international layaknya Ahmad Syawqi yang Ia tangani, terselip pengakuan RedOne yang bangga sebagai orang Maroko, Arab, dan Muslim. Lebih dari itu, Ia bahkan bisa digolongkan sebagai Muslim yang saleh, karena Ia tidak merokok, tidak mengkonsumsi minuman keras, serta rutin membaca Alquran.

Walakin, kehadiran RedOne yang muslim di balik ketenaran Lady Gaga rupanya tidak pernah masuk dalam pertimbangan ormas-ormas yang menolak kedatangannya ke Indonesia dua tahun silam. Para penggemar Gaga tentu sangat sedih, karena batal melihat langsung Sang Mother Monster menyanyikan sejumlah hits mayornya yang diciptakan oleh RedOne, seperti Poker FaceAlejandro, dan Bad Romance.

Sebagai Muslim, Anda boleh saja menilai RedOne sepantasnya tidak bekerjasama dengan Lady Gaga. Tetapi, percayalah, seperti kata Agnes Monica di iklan Chitato: life is never flat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *